Rabu, 16 September 2015

Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi



            Pupuk kompos sudah lama dikenal oleh penduduk Indonesia. Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang pupuk kompas dari kotoran sapi, akan dipaparkan terlebih dahulu pengertian pupuk kompos. Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari hasil pelapukan bahan-bahan organik (dedaunan, jerami, alang-alang, dan sebagainya) dan kotoran hewan (kotoran sapi, kambing, kerbau). Untuk lebih jelasnya menurut Matenggomena dan Sukmawati dalam BPTP NTB (2013) menyatakan bahwa Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan, yang disebut sebagai kompos (pupuk organik).
 
Gambar : Pupuk kompos untuk tanaman
            Sapi merupakan hewan ternak (ruminansia) yang dimanfaatkan daging dan kulitnya oleh manusia untuk kebutuhan hidup. Beternak sapi membutuhkan waktu yang lama dalam hitungan bertahun-tahun untuk bisa dijual atau dikonsumsi. Untuk itu, kotoran sapi yang menjadi limbah dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos oleh para peternak dan kelompok tani. Pada awalnya, pendekomposisian kotoran sapi secara manual dapat membutuhkan waktu yang lama. Namun, seiring perkembangan teknologi yang semakin maju maka pendekomposisian kotoran sapi dapat dilakukan lebih singkat dari sebelumnya sehingga para petani tidak menunggu waktu yang lama untuk menggunakan pupuk kompos.
            Pupuk kompos memiliki banyak manfaat diantaranya ialah kandang menjadi lebih bersih dan sehat, kotoran yang dikumpulkan mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi populasi lalat disekitar kandang, memanfaatkan banyak mikroba untuk pendekomposisian, dan menghasilkan nilai ekonomis. Manfaat yang utama dan nyata yaitu di dalam bidang pertaniaan yang digunakan petani sebagai pupuk dalam pembudidayaan tanaman. selain alami dan ekonomis, pupuk ini tidak mencemari lingkungan. Berikut ini adalah tabel 1 tentang kandungan N, P, K dalam beberapa bobot sapi dan tabel 2 tentang rincian usaha tani pupuk kompos.
Kandungan nitrogen (N), phospor (P) dan kalium (K) dalam kotoran sapi potong tertera dalam tabel 1 dibawah ini:
Tabel 1. Kandungan N, P dan K dalam kotoran sapi potong
Berat badan sapi (kg)
N (%)
P (%)
K(%)
277
340
454
567
28,1
42,2
56,2
70,3
9,1
13,6
18,2
22,7
20,0
30,0
39,9
49,9

Usaha Tani Pupuk Organik
Dalam pembuatan kompos menggunakan bahan dari kotoran sapi dan bahan selain kotoran sapi dapat dihitung usaha taninya. Untuk mengetahui keuntungan dalam membuat kompos setelah di panen + 14 hari, dapat dilihat tabel 2 berikut :
Tabel 2. Usaha tani kompos
No
Jenis biaya
Bahan
Kebutuhan
harga satuan  (Rp/kg)
Total biaya Biaya (Rp)
1
Bahan kompos
Kotoran sapi
600 kg
175
105.000


Arang sekam
100 kg
250
25.000


Limbah jerami
200 kg
166
33.200


Dedak
50 kg
1.500
75.000


Tepung Zeolit
50 kg
700
35.000


Molase
1 liter
5.000
5.000


EM4
1 liter
32.000
32.000
2
Tenaga kerja

10 Hok
30.000/Hok
30.0000
3
Total biaya



610.200
4
Pendapatan

1.000 Kg
1.000
1.000.000
5
Keuntungan



389.800
Matenggomena dan Sukmawati (2013)
Referensi
Matenggomena, F. dan Sukmawati, F. 2013. Nilai Tambah Kompos dari Kotoran Sapi. http://www.ntb.litbang.pertanian.go.id. Diakses tanggal 17 Agustus 2015.


Rohyanti Yuliana
14/366906/PN/13789


1 komentar:

  1. • Sumber Teknologi / ide : Pendekomposisian kotoran sapi dapat dilakukan lebih singkat dari sebelumnya sehingga para petani tidak menunggu waktu yang lama untuk menggunakan pupuk kompos.
    • Sasaran : Secara langsung kepada peternak dan kelompok tani.
    • Manfaat : Pupuk kompos memiliki banyak manfaat diantaranya ialah kandang menjadi lebih bersih dan sehat, kotoran yang dikumpulkan mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi populasi lalat disekitar kandang, memanfaatkan banyak mikroba untuk pendekomposisian, dan menghasilkan nilai ekonomis. Manfaat yang utama dan nyata yaitu di dalam bidang pertanian yang digunakan petani sebagai pupuk dalam pembudidayaan tanaman. Selain alami dan ekonomis, pupuk ini tidak mencemari lingkungan.
    • Nilai Pendidikan : Pada awalnya, pendekomposisian kotoran sapi secara manual dapat membutuhkan waktu yang lama. Namun, seiring perkembangan teknologi yang semakin maju maka pendekomposisian kotoran sapi dapat dilakukan lebih singkat dari sebelumnya sehingga para petani tidak menunggu waktu yang lama untuk menggunakan pupuk kompos.

    * Nilai berita yang terkandung dalam artikel :
    Proximity : kotoran sapi yang menjadi limbah dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos oleh para peternak dan kelompok tani.
    Importance: Telah dirincikan dalam tabel mengenai kandungan N, P, dan K dalam pupuk organik sapi.
    Development : Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju maka pendekomposisian kotoran sapi dapat dilakukan lebih singkat dari sebelumnya sehingga para petani tidak menunggu waktu yang lama untuk menggunakan pupuk kompos.

    Oleh : Maya Septavia Setyoningrum
    NIM : 12/331698/PN/12783

    BalasHapus