Pupuk
kompos sudah lama dikenal oleh penduduk Indonesia. Sebelum mengetahui lebih
lanjut tentang pupuk kompas dari kotoran sapi, akan dipaparkan terlebih dahulu
pengertian pupuk kompos. Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari hasil
pelapukan bahan-bahan organik (dedaunan, jerami, alang-alang, dan sebagainya)
dan kotoran hewan (kotoran sapi, kambing, kerbau). Untuk lebih jelasnya menurut
Matenggomena dan Sukmawati dalam BPTP NTB (2013) menyatakan bahwa Kompos
merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang
telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan
kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk
buatan, yang disebut sebagai kompos (pupuk organik).
Gambar : Pupuk kompos
untuk tanaman
Sapi
merupakan hewan ternak (ruminansia) yang dimanfaatkan daging dan kulitnya oleh
manusia untuk kebutuhan hidup. Beternak sapi membutuhkan waktu yang lama dalam
hitungan bertahun-tahun untuk bisa dijual atau dikonsumsi. Untuk itu, kotoran
sapi yang menjadi limbah dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk
kompos oleh para peternak dan kelompok tani. Pada awalnya, pendekomposisian
kotoran sapi secara manual dapat membutuhkan waktu yang lama. Namun, seiring
perkembangan teknologi yang semakin maju maka pendekomposisian kotoran sapi
dapat dilakukan lebih singkat dari sebelumnya sehingga para petani tidak
menunggu waktu yang lama untuk menggunakan pupuk kompos.
Pupuk
kompos memiliki banyak manfaat diantaranya ialah kandang menjadi lebih bersih
dan sehat, kotoran yang dikumpulkan mengurangi pencemaran lingkungan,
mengurangi populasi lalat disekitar kandang, memanfaatkan banyak mikroba untuk
pendekomposisian, dan menghasilkan nilai ekonomis. Manfaat yang utama dan nyata
yaitu di dalam bidang pertaniaan yang digunakan petani sebagai pupuk dalam
pembudidayaan tanaman. selain alami dan ekonomis, pupuk ini tidak mencemari
lingkungan. Berikut ini adalah tabel 1 tentang kandungan N, P, K dalam beberapa
bobot sapi dan tabel 2 tentang rincian usaha tani pupuk kompos.
Kandungan nitrogen (N), phospor (P) dan kalium (K)
dalam kotoran sapi potong tertera dalam tabel 1 dibawah ini:
Tabel 1. Kandungan N, P dan K dalam kotoran
sapi potong
|
Berat badan sapi (kg)
|
N (%)
|
P (%)
|
K(%)
|
|
277
340
454
567
|
28,1
42,2
56,2
70,3
|
9,1
13,6
18,2
22,7
|
20,0
30,0
39,9
49,9
|
Usaha Tani Pupuk Organik
Dalam pembuatan
kompos menggunakan bahan dari kotoran sapi dan bahan selain kotoran sapi dapat
dihitung usaha taninya. Untuk mengetahui keuntungan dalam membuat kompos
setelah di panen + 14 hari, dapat dilihat tabel 2 berikut :
Tabel 2. Usaha tani kompos
|
No
|
Jenis biaya
|
Bahan
|
Kebutuhan
|
harga satuan
(Rp/kg)
|
Total biaya Biaya
(Rp)
|
|
1
|
Bahan kompos
|
Kotoran sapi
|
600 kg
|
175
|
105.000
|
|
|
|
Arang sekam
|
100 kg
|
250
|
25.000
|
|
|
|
Limbah jerami
|
200 kg
|
166
|
33.200
|
|
|
|
Dedak
|
50 kg
|
1.500
|
75.000
|
|
|
|
Tepung Zeolit
|
50 kg
|
700
|
35.000
|
|
|
|
Molase
|
1 liter
|
5.000
|
5.000
|
|
|
|
EM4
|
1 liter
|
32.000
|
32.000
|
|
2
|
Tenaga kerja
|
|
10 Hok
|
30.000/Hok
|
30.0000
|
|
3
|
Total biaya
|
|
|
|
610.200
|
|
4
|
Pendapatan
|
|
1.000 Kg
|
1.000
|
1.000.000
|
|
5
|
Keuntungan
|
|
|
|
389.800
|
Matenggomena
dan Sukmawati (2013)
Referensi
Matenggomena, F. dan Sukmawati, F. 2013. Nilai Tambah
Kompos dari Kotoran Sapi. http://www.ntb.litbang.pertanian.go.id. Diakses tanggal 17 Agustus 2015.
Rohyanti
Yuliana
14/366906/PN/13789
• Sumber Teknologi / ide : Pendekomposisian kotoran sapi dapat dilakukan lebih singkat dari sebelumnya sehingga para petani tidak menunggu waktu yang lama untuk menggunakan pupuk kompos.
BalasHapus• Sasaran : Secara langsung kepada peternak dan kelompok tani.
• Manfaat : Pupuk kompos memiliki banyak manfaat diantaranya ialah kandang menjadi lebih bersih dan sehat, kotoran yang dikumpulkan mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi populasi lalat disekitar kandang, memanfaatkan banyak mikroba untuk pendekomposisian, dan menghasilkan nilai ekonomis. Manfaat yang utama dan nyata yaitu di dalam bidang pertanian yang digunakan petani sebagai pupuk dalam pembudidayaan tanaman. Selain alami dan ekonomis, pupuk ini tidak mencemari lingkungan.
• Nilai Pendidikan : Pada awalnya, pendekomposisian kotoran sapi secara manual dapat membutuhkan waktu yang lama. Namun, seiring perkembangan teknologi yang semakin maju maka pendekomposisian kotoran sapi dapat dilakukan lebih singkat dari sebelumnya sehingga para petani tidak menunggu waktu yang lama untuk menggunakan pupuk kompos.
* Nilai berita yang terkandung dalam artikel :
Proximity : kotoran sapi yang menjadi limbah dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos oleh para peternak dan kelompok tani.
Importance: Telah dirincikan dalam tabel mengenai kandungan N, P, dan K dalam pupuk organik sapi.
Development : Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju maka pendekomposisian kotoran sapi dapat dilakukan lebih singkat dari sebelumnya sehingga para petani tidak menunggu waktu yang lama untuk menggunakan pupuk kompos.
Oleh : Maya Septavia Setyoningrum
NIM : 12/331698/PN/12783